Ekonomi Indonesia Melambat di Kuartal II 2025, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Sorotan

Jakarta, xmakoranews.com — Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 menunjukkan tren perlambatan. Berdasarkan polling yang dilakukan Reuters terhadap 26 ekonom, produk domestik bruto (PDB) nasional hanya tumbuh 4,80 persen secara tahunan (YoY), turun dari 4,87 persen pada kuartal sebelumnya.

Suasana CBD Jakarta ilustrasi ekonomi lesu
CBD Jakarta menggambarkan aktivitas ekonomi yang melambat (Foto: Reuters)

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Beban Pertumbuhan

Kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap PDB masih dominan, namun daya beli masyarakat melemah. Penjualan ritel stagnan dan inflasi upah yang rendah memperburuk kondisi.

“Konsumen menahan pengeluaran karena tekanan biaya hidup yang meningkat. Industri manufaktur pun melambat,” ujar Aditya Nugroho, ekonom dari INDEF.

Ekspor Tumbuh Positif, Tapi Belum Cukup

Ekspor Indonesia mencatatkan kenaikan 11,29% YoY di bulan Juni, terutama karena percepatan permintaan global. Namun kontribusi ini belum cukup menahan perlambatan sisi domestik.

Pemerintah Luncurkan Stimulus dan Penyesuaian Suku Bunga

Pemerintah merespon kondisi ini dengan paket stimulus fiskal sebesar Rp24 triliun yang meliputi bantuan langsung tunai (BLT), subsidi transportasi, serta insentif bagi pelaku UMKM.

Di sisi lain, Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,25% sebagai langkah moneter untuk menjaga likuiditas.

Outlook Ekonomi 2025 Direvisi

Target pertumbuhan nasional 2025 direvisi dari 5,2% menjadi 4,9% akibat tekanan global dan pelemahan konsumsi domestik. Para analis memperingatkan perlunya reformasi struktural untuk menjaga ketahanan jangka panjang.


Editor: Roy Rantung

Sumber: Reuters, BPS, Bank Indonesia, INDEF

Tanggal Publikasi: 5 Agustus 2025