Xmakoranews.com//Minahasa Tenggara,Sulawesi Utara-Seorang supir dump truck menjadi korban penganiayaan di sebuah SPBU di Kecamatan Tombatu, Minahasa Tenggara, setelah menegur seorang pria yang diduga mengisi bahan bakar solar bersubsidi secara berlebihan dengan tangki modifikasi.
Kejadian itu berlangsung saat korban hendak melakukan pengisian BBM pada truknya. Ia menegur pelaku karena mengisi solar hingga mencapai kapasitas sekitar 1.000 liter menggunakan tangki yang sudah dimodifikasi.
Namun teguran tersebut berujung tragis. Pelaku, yang diketahui merupakan mertua dari salah satu anggota polisi di Polres Minahasa Tenggara, langsung memukul korban hingga mengenai bagian pelipis dan kepala belakang. Akibatnya, korban mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis dengan enam jahitan di bagian kepala.
Insiden ini menimbulkan sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, solar bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat kecil, bukan untuk praktik ilegal yang kerap dikaitkan dengan mafia BBM.
“Ini tanda tanya besar bagi warga. Mengapa BBM subsidi yang seharusnya untuk rakyat justru dikuasai oknum yang tidak bertanggung jawab? Dan kenapa warga yang berani menegur malah dianiaya?” kata seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan keterlibatan keluarga aparat dalam peristiwa tersebut. Masyarakat menuntut aparat penegak hukum segera mengusut kasus ini secara transparan agar tidak menimbulkan keresahan lebih lanjut. (Roy)

Tim Redaksi