Xmakoranews.com//Ratatotok, kilau emas bukan sekadar simbol kekayaan,ia juga menyimpan ancaman yang tak terlihat. Di balik aktivitas tambang ilegal yang terus berlangsung, asap karbon dari proses pembakaran dan debu tambang yang beterbangan menjadi musuh senyap bagi paru-paru masyarakat.
Setiap hari, warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang menghirup udara yang tercemar oleh partikel halus, karbon monoksida, dan logam berat. Anak-anak batuk kronis, lansia sesak napas, dan pekerja tambang sendiri kerap mengabaikan gejala awal gangguan paru karena tuntutan ekonomi.
Menurut data Dinas Kesehatan Sulawesi Utara, kasus Tuberkulosis terus meningkat, dan Minahasa Tenggara menjadi salah satu wilayah yang mencatat angka signifikan. Meski belum ada data spesifik untuk Ratatotok, kondisi lingkungan yang penuh asap dan minim pengawasan menjadi faktor risiko utama.
Ironisnya, kilau emas yang memikat banyak orang justru menyisakan jejak kelam di tubuh mereka. Paru-paru yang rusak, napas yang berat, dan harapan hidup yang terancam.
Di Ratatotok, emas bukan hanya soal tambang,ia adalah soal hidup dan mati.(Roy)

Tim Redaksi