Ratatotok//Xmakoranews.com-Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Langie hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Ratatotok, Minahasa Tenggara wilayah yang dikenal sebagai pusat aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) menggunakan alat berat,27/09/2025.

 

Kunjungan ini berlangsung di tengah sorotan publik terhadap dampak lingkungan, sosial, dan hukum yang ditimbulkan oleh praktik tambang ilegal di kawasan tersebut.

 

Meski kehadiran Kapolda di wilayah rawan ini menjadi perhatian masyarakat, tidak ada pernyataan resmi yang menyinggung langkah konkret penegakan hukum terhadap PETI. Fokus kunjungan justru lebih menekankan pesan normatif tentang kedamaian dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.

 

Sikap ini memunculkan pertanyaan di kalangan warga dan pemerhati lingkungan: apakah kunjungan tersebut hanya bersifat simbolik, tanpa komitmen nyata terhadap penanganan pelanggaran hukum dan pemulihan ekosistem?

 

“Kami berharap aparat tidak hanya hadir secara fisik, tapi juga menunjukkan keberpihakan pada hukum dan keselamatan warga. Tambang ilegal bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi ancaman nyata bagi kehidupan,” ujar salah satu warga Ratatotok yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Sebagai media yang berkomitmen pada jurnalisme investigatif dan keberpihakan terhadap kepentingan publik, Xmakoranews.com menilai pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kunjungan pejabat publik, terutama di wilayah yang sarat konflik sumber daya.

 

Redaksi akan terus memantau perkembangan di lapangan dan membuka ruang bagi suara warga, aktivis, dan pemangku kepentingan untuk menyampaikan aspirasi serta fakta-fakta yang selama ini terabaikan.(Roy)

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Redaksi Xmakoranews.com 📧 Email: redaksi@xmakoranews.com 📞 Telepon: +6281244444741