Minahasa Tenggara, xmakoranews.com – Dengan penuh sukacita, semangat juang yang membara, dan rasa syukur yang mendalam, sejumlah ibu-ibu Aisyiyah di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) melaksanakan peringatan Milad ‘Aisyiyah yang ke-106 tahun, bertempat di MTS Muhammad Molompar Belang, Kamis (28/5/2026).
Acara ini digelar dengan khidmat dan meriah, menjadi bukti nyata bahwa gerakan perempuan Islam berkemajuan ini masih kokoh berdiri, semakin kuat, dan semakin bersinar menerangi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Aisyiyah tidak hanya sekadar menjadi wadah berkumpul, melainkan menjadi garda terdepan yang memajukan pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah, serta mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia di segala bidang kehidupan.
Peringatan Milad kali ini PP Muhammadiyah mengangkat Tema:
“Kemanusiaan Untuk Mewujudkan Perdamaian” tema ini bukanlah sekedar untaian kata, melainkan sebuah seruan moral dan komitmen nyata bagi sesama.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpin Daerah Aisyah, Djumriaty Bidulang S.PDI., mengatakan Hari ini dengan rasa syukur yang mendalam, kita berkumpul untuk memperingati Milad ‘Aisyiyah yang ke 109, usia yang bukan lagi muda, melainkan sebuah bukti nyata perjalanan panjang dedikasi perempuan berkemajuan dalam menebar rahmat bagi semesta.
Menurutnya, dalam konteks kekinian, tantangan kemanusiaan semakin kompleks. Ketidakadilan, kekerasan, hingga krisis sosial masih sering kita saksikan. Disinilah ‘Aisyiyah hadir sebagai pelopor perempuan. ‘Aisyiyah didorong untuk tampil menjadi agen perubahan yang membawa nilai kasih sayang, keadilan dan kesetaraan.

“Kita menyadari bahwa keluarga dan lembaga pendidikan adalah pilar utama dalam menanamkan nilai – nilai perdamaian sejak dini, melalui momentum Milad ini, mari kita jadikan sebagai refleksikan diri sekaligus pemantik semangat kebersamaan,” ucap Ibunda Djumriaty.
Dikesempatan itu juga dirinya menekankan tiga poin penting yang harus diamalkan oleh setiap ibu-ibu Aisyah dalam kehidupan bermasyarakat.
Memperkuat gerakan sosial (terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan melalui amal usaha di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan).
Menjadi pelopor perdamaian (menciptakan lingkungan keluarga dan masyarakat yang harmonis, anti kekerasan dan saling menghargai).
Meningkatkan kapasitas diri (menjadi perempuan muslimah yang berilmu, mandiri dan berakhlak mulia).
Ia juga mengajak ibu-ibu Aisyah untuk rapatkan barisan, eratkan ukhuwah, dan terus melangkah dengan penuh keikhlasan, Semoga di usia 109 tahun ini, ‘Aisyiyah Minahasa Tenggara senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk tetap istiqomah menebar manfaat, mencerahkan umat dan memajukan bangsa.

Tim Redaksi