Amurang, xmakoranews.com – Suasana penuh sukacita dan semangat menyelimuti perayaan HUT ke-125 tahun Desa Torout, Kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Kamis (23/7/2926).
Di tengah rangkaian acara yang khidmat dan meriah, sejumlah remaja Putra dan Putri aktif tampil menjadi garda terdepan dalam menyukseskan dan memeriahkan momen bersejarah ini.
Sejak persiapan dimulai, kelompok remaja desa telah bahu-membahu membantu berbagai hal: mulai dari menghias area acara, menata panggung, menyusun tempat duduk, hingga berkolaborasi bersama dengan panitia yang sigap melayani tamu undangan dan warga.
Semangat mereka yang tinggi membuat suasana perayaan terasa lebih hidup dan penuh warna.
Dalam acara puncak, para remaja juga menampilkan berbagai kreasi menarik, mulai dari tarian tradisional kabasaran, pertunjukan drumband, line dance serta tarian dana-dana, hingga pembacaan puisi yang menceritakan perjalanan panjang desa dari masa ke masa.
Lewat penampilan tersebut, mereka ingin menunjukkan rasa cinta, bangga, dan harapan besar bagi masa depan desa tercinta.

Kepala desa memberikan apresiasi tinggi atas partisipasi generasi muda tersebut. “Kegigihan dan antusiasme remaja hari ini adalah bukti bahwa warisan luhur desa akan terus terjaga. Kalian adalah penerus yang akan membawa desa ini melangkah lebih maju lagi,” ujarnya.
Salah satu generasi penerus Putri Agrel Mokoginta didampingi ibunda tercinta, yang terlihat begitu antusias dalam mengikuti berbagai kegiatan, kepada awak media menyampaikan rasa syukurnya karena bisa ikut serta dalam berbagai kegiatan dalam mengisi HUT ke-125 desa.
“HUT Desa yang ke-125 tahun ini pertama kali dilaksanakan, kiranya momentum bersejarah ini tidak berakhir sampai disini, akan tetapi akan terus berkelanjutan, ucap Puput nama yang akrab dipanggil itu.
Menurut Puput yang merupakan cucu pendiri dan perintis desa mengatakan, sebagai generasi penerus setiap pemuda dan pemudi harus tahu sejarah, karena bangsa yang kuat ada mereka yang tahu menghargai mereka yang berjuang dalam membentuk dan membangun peradaban.
“Dengan mengangkat Tema : Mewujudkan Desa Torout Menjadi Barometer Peradaban dan Kerukunan, ini tidak hanya menjadi simbol semata namun menjadi tolak ukur dalam mempersatukan segala bentuk perbedaan, sehingga dapat menjadi kekuatan dan semangat para pemuda dalam menggapai cita-cita luhur bangsa Indonesia,” kata Putri Mokoginta.
Bagi mereka perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan momen berharga untuk mengenal sejarah, mempererat persaudaraan, serta berjanji akan terus menjaga nama baik desa dan berkontribusi bagi kemajuannya di usia yang ke-125 tahun ini.

Tim Redaksi